Rizky Rahman Kupas Seni Kopi di Pelatihan Surabaya Hotel School

Hari kedua pelatihan barista SHS x Disnaker Angkatan Harmoni 16 dipandu oleh mentor Rizky Rahman menghadirkan pembelajaran penuh ilmu sekaligus pengalaman baru bagi peserta. Jika pada hari pertama mereka mempelajari dasar-dasar kopi mulai dari perbedaan robusta dan arabika hingga tingkat penggilingan. Kali ini mereka diajak mengenal sajian kafe populer dan menyaksikan langsung praktik meracik.

Rizky menjelaskan karakter berbagai minuman berbasis espresso, mulai dari Americano yang ditambahkan air pada espresso sehingga lebih ringan, Long Black yang menjaga crema dengan urutan tuang berbeda, Mocha yang memadukan espresso dengan cokelat dan susu, Latte yang lembut berkat steam milk, hingga Piccolo Latte yang memakai ristretto dengan sedikit susu. Ia juga mengupas teknik penyeduhan yang memengaruhi rasa: immersion dengan French Press menghasilkan seduhan tebal, pour over memberi rasa jernih dengan aroma kuat, dan espresso sebagai dasar utama berbagai minuman.

Bagian praktik menjadi sorotan utama. Rizky mendemonstrasikan latte art dengan menuang susu hingga membentuk pola angsa dan daun di atas latte. Dari antara peserta, Nur Qalbi Mentari U mendapat kesempatan mencoba membuat café latte meski belum ditambah latte art, sehingga merasakan langsung pengalaman dasar sebagai barista.

Tidak berhenti pada kopi klasik, Rizky juga memperlihatkan kreativitas barista lewat pembuatan mocktail berbasis kopi. Dengan memadukan espresso dan bahan rumah tangga sederhana seperti sirup Marjan dan minuman bersoda, ia menciptakan racikan segar yang kemudian dicicipi oleh seluruh peserta. Minuman ini menjadi bukti bahwa kopi dapat diolah lebih luas, bukan hanya menjadi sajian hangat, tetapi juga bisa hadir sebagai minuman dingin penuh variasi rasa.

Meski sebagian peserta baru sebatas mengamati dan mencicipi, hari kedua ini memperkaya pemahaman mereka. Dari teori, teknik, hingga eksperimen rasa, mereka belajar bahwa dunia barista adalah kombinasi antara ilmu, keterampilan, dan seni kreatif. Bekal inilah yang akan menemani mereka di sesi berikutnya, ketika setiap peserta berkesempatan meracik minuman secara mandiri.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *