Nur Qalbi Mentari Ciptakan Variasi Kopi Mocktail Unik di Kelas Barista Rizky Rahman

Pelatihan Barista di Surabaya Hotel School (SHS) selalu menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan teori dan praktik. Dalam salah satu sesi terbaru, para peserta diperkenalkan pada teknik pembuatan mocktail, minuman non-alkohol yang menuntut keterampilan meracik, ketepatan takaran, dan juga kepekaan terhadap rasa serta tampilan visual. Di bawah arahan Pak Rizky Rahman, peserta diajak untuk mencoba standar resep mocktail berbasis espresso yang memadukan unsur kopi, sirup buah, jus, hingga sentuhan karbonasi.

Proses dimulai dengan penggunaan portafilter untuk menakar 18 gram bubuk kopi. Takaran ini kemudian diekstraksi menggunakan mesin espresso hingga menghasilkan 36 ml cairan espresso yang pekat. Setelah didinginkan, espresso tersebut siap menjadi bahan utama mocktail. Selanjutnya, ke dalam zombie glass (gelas tinggi yang umum digunakan di restoran maupun kafe) dituangkan 30 ml sirup Marjan strawberry, es batu secukupnya, serta Buavita rasa jeruk. Setelah lapisan tersebut siap, barulah espresso dituangkan dengan hati-hati agar menghasilkan gradasi warna yang menarik. Sebagai sentuhan akhir, ditambahkan sedikit Fanta karbonasi plain, yang memberikan efek segar tanpa merusak komposisi rasa utama.

Ketika disajikan, minuman standar ini menampilkan tampilan visual yang memikat: lapisan merah dari sirup, kuning dari jus jeruk, cokelat dari espresso, dan putih dari busa lembut di atasnya. Minuman ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mata, sebuah contoh bagaimana estetika menjadi bagian penting dalam hospitality.

Di tengah praktik kelas, Qalbi tampil dengan keberanian berbeda. Ia merasa kombinasi jeruk dan espresso kurang sesuai dengan seleranya. Maka ia melakukan improvisasi: menuangkan 60 ml sirup strawberry, menambahkan 120 ml susu segar, lalu mengguncangkannya menggunakan Boston shaker. Hasil akhirnya adalah mocktail berlapis dengan cita rasa manis dan creamy, yang tetap menarik secara visual namun menawarkan pengalaman rasa baru.

Kreasi Qalbi mendapat perhatian dari rekan-rekan sekelasnya. Senyumnya yang lebar saat mempresentasikan hasil racikannya menambah semangat seluruh peserta. Dengan bimbingan mentor seperti Pak Rizky Rahman, peserta SHS belajar bahwa menjadi profesional berarti berani menciptakan nilai tambah, bahkan dari sesuatu yang sederhana.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *