Usaha Kos dan Laundry, Bekal Rio Efendy Masuk Industri Hospitality

Hari pertama materi bersama Bu Shoffie membawa cerita menarik. Dalam sesi perkenalan, Rio Efendy mengungkapkan bahwa dirinya memiliki usaha kos-kosan dan laundry. Cerita itu membuat teman-temannya penasaran hingga akhirnya mereka menyempatkan diri mampir untuk melihat langsung.
Rio mengelola kos berkapasitas delapan kamar dengan harga sekian. Setiap kamar disewakan Rp850 ribu per bulan, dengan rata-rata penyewa adalah pasangan suami istri halal. Usaha laundry yang dirintis pun semakin menambah daya tarik, apalagi lokasi yang didapat Rio dinilai cukup strategis di tengah mahalnya harga rumah di pusat kota.

Saat kunjungan, suasana keakraban terasa. Para tamu disuguhi menu nasi goreng daging merah dan nasi goreng daging putih khas Pandegiling sebagai main course. Appetizer berupa pentol, sementara dessert-nya unik: Senior Caffè Latte. Hidangan semakin lengkap ditemani kopi tubruk robusta yang diseduh dengan teknik immersion.

Menariknya, teman-teman juga sempat memainkan roleplay sederhana. Mereka berperan sebagai customer, sementara Rio menjadi waiter. Walau dilakukan sambil bercanda, suasana ini justru menjadi bukti nyata bahwa materi dari Surabaya Hotel School dan Disnaker benar-benar melekat di benak peserta.
Alasan Rio ikut pelatihan pun semakin memperkaya kisahnya. Ia mengaku ingin mengembangkan diri lebih jauh lagi, apalagi saat ini ia mendapat tawaran bekerja di Turki sebagai house keeping dari seorang teman. Baginya, mumpung masih ada waktu, ia ingin mencoba segala kesempatan yang ada dan berusaha memberikan yang terbaik untuk mengembangkan diri.

Hadir dalam kunjungan itu antara lain Muhammad Khasan Basri, Firmansyah, Muhammad Fatoni, Awali Taufiqi, dan Angga Saputra Ichsan Putra. Mereka menikmati sajian sambil berdiskusi soal strategi usaha. Angga bahkan memberikan pandangan, bahwa harga pasaran rumah di pusat kota memang mahal, sehingga Rio cukup beruntung bisa mendapatkan kontrakan dengan harga yang relatif bersahabat.
Kebersamaan ini bukan hanya pertemuan santai, tapi juga ruang belajar nyata. Dari kisah usaha sederhana Rio Efendy, para peserta pelatihan melihat langsung bagaimana semangat, pengalaman, dan kesempatan bisa berpadu menjadi inspirasi.
