Belajar Jiwa Wirausaha dari Muhammad Fatoni

Malam ini, dua peserta pelatihan SHS x Disnaker, Awali Taufiqi dan Firmansyah, tertarik mengikuti keseharian Muhammad Fatoni (35) di Sidoarjo. Seusai mengikuti kelas hospitality, Fatoni tak langsung beristirahat. Ia memilih melanjutkan aktivitasnya dengan berjualan sostel—sosis telur yang kini banyak digemari masyarakat.

Setiap malam, Fatoni membawa sendiri seluruh perlengkapan dagangannya dari rumah. Jarak yang ditempuh tidak dekat, namun dengan penuh semangat ia tetap mengangkut semua kebutuhan usahanya. Fatoni pertama kali mencoba usaha ini pada Mei lalu, setelah keluar dari pekerjaannya di hotel. “Saya tidak ingin waktu terbuang sia-sia,” ujarnya. Sambil terus mencari pekerjaan di bidang perhotelan, ia berinisiatif membuka usaha kecil yang praktis dan memiliki margin keuntungan yang cukup besar.

Menurutnya, sostel adalah pilihan tepat. Modalnya relatif terjangkau, proses memasaknya cepat, dan produknya bisa dijual dengan harga ramah di kantong. “Profitnya lumayan, dan bisa jadi peluang kalau dikembangkan lebih serius,” katanya.

Sejak awal Firmansyah terlihat antusias membantu persiapan. Ia ikut menata perlengkapan, memasang gerobak, hingga melayani pembeli. Sambil bekerja, ia banyak bertanya tentang bagaimana Fatoni mempersiapkan dagangannya, menentukan target pasar, hingga menghitung keuntungan harian. “Saya tertarik membuka usaha sendiri suatu saat nanti, jadi pengalaman ini sangat berharga,” ungkapnya.

Bagi Awali dan Firmansyah, pengalaman ini menjadi pembelajaran langsung tentang semangat entrepreneurship. Mulai dari menyapa pelanggan, menjaga kebersihan, hingga melayani dengan ramah. Mereka menyaksikan bagaimana Fatoni mengemas keterampilan hospitality ke dalam lapak sederhana di pinggir jalan.

Pelatihan SHS x Disnaker sendiri membuka wawasan Fatoni untuk bermimpi lebih besar. Ia berharap ke depan bisa mengembangkan usahanya menjadi lebih modern, bahkan mungkin membuka kafe kecil yang menggabungkan menu sostel dengan hidangan lain. “Kalau ada kesempatan bekerja di hotel lagi, saya siap. Tapi saya juga ingin usaha ini tidak berhenti di sini,” pungkasnya.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *